Skip to main content

TERUNTUK DIRI



Teruntuk diri yang mudah padam,
Teruntuk diri yang mudah lelah,
Teruntuk diri yang mudah rapuh,
Teruntuk diri yang mudah kecewa,
Teruntuk diri yang mudah tertawa,
Teruntuk diri yang mudah menangis
Teruntuk diri yang mudah perasa,
Teruntuk diri yang mudah egois,
Teruntuk diri yang terus merasa, sendiri?
Teruntuk diri yang entah harus apa,
Teruntuk diri yang tak kunjung bangkit,

Wahai, diri
Ini tak mudah.
Ini sulit.
Tapi harus bertahan.
Mengapa?
Mengapa lagi lagi kamu selalu menangis?
Lelah?
Risau?

Tenang, semua diri pun merasakan.
Teruslah selalu percaya diri, wahai diri.
Tidak apa jika sudah tak ada yang ingin mendengar,
Tidak apa jika sering diremehkan,
Tidak apa jika semakin tertinggal,
Sungguh, tidak apa.

Wahai, diri
Bertahanlah terus hingga waktunya tiba
Terlepas bagaimana jalan kisahnya,
Berikanlah selalu yang terbaik
Hasilnya baik atau buruk,
Kecewa atau bahagia,
Itu sudah menjadi perjalanan diri.

Comments

Popular posts from this blog

PEMERAN UTAMA

Pemeran utama itu melelahkan! Aku ingin jadi pemeran pendukung, kalau perlu, hanya figuran beberapa detik. Tulisan ini sungguh aneh. Cerita ini sungguh membosankan. Aku ingin, aku ingin hidup ceria, apa itu mungkin?. Aku bangga dengan semua hal yang dilakukan diri sendiri, atau orang lain. Perjuangan itu memang ada. Rasa simpati itu memang nyata. Dan, waktu terus berjalan. Pemeran utama adalah tujuan utama. Malam hari, udara sangat sejuk. Gemerlapnya bulan bintang yang selalu setia menemani. Tak lupa, langit yang selalu ada.

Pembebasan Boneka Sapi

          12 Januari 2000, adalah hari lahir Renu. Tidak terasa memang, waktu berjalan begitu cepat. Salah, sebenarnya tergantung situasi dan kondisi. Saat suasana hati Renu dalam kondisi cerah, waktu akan berjalan cepat, bahkan terkadang sangat cepat. Begitu juga sebaliknya, saat suasana hati Renu pudar, waktu seakan sangat lambat. Bahkan, Renu sempat berpikir, apakah waktu benar berjalan?. Jika dipikir lebih jeli dan mendalam, waktu tidak salah apa-apa. Waktu tetap berputar pada poros dan tugasnya. Hati manusia inilah   yang dengan sesuka hati selalu memprediksi segala hal. Termasuk, waktu. Usia Renu memasuki usia remaja akhir, dan siap untuk memasuki tahap usia dewasa awal. Angka penghujung belasan itu membuat Renu panik. Banyak sekali hal-hal yang dicemaskannya. Bagaimana aku saat dewasa nanti? hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi orang dewasa? apakah aku sanggup?. Kecemasan itu yang selalu mengganggu hari-hari Renu. Ba...

Sedikit Tentang Perasaan

  Hari ini, hujan lebat disertai angin kencang. Di sore hari yang sibuk. Sebuah tulisan tentang sore hari. aku ingin mencurahkan, lagi-lagi tentang perasaan. Perasaan menyukai. Perasaan mencintai. Sebenarnya, apa itu mencintai? Tertarik dengan seseorang? mengagumi? Aku rasa iya. Tetapi, apa benar hanya itu? Sudah sejak saat remaja, hingga beberapa tahun sebelum masa hari ini, sudah banyak laki-laki yang aku kagumi. Tapi, aku tidak merasakan hal lain. Tidak merasa apa itu tersipu malu, apa itu hati berdebar, dan perasaan guncang lainnya. Tidak, aku tidak merasakan itu. Yang aku rasakan hanyalah kekaguman yang luar biasa. Kekaguman yang akhirnya berujung biasa saja. Pernah, dua kali. Karna aku tidak tahu apa itu arti sebenarnya menyukai seseorang, aku sempat bilang secara langsung kalau aku menyukai orang itu. Pada awalnya canggung, tapi itu hanya sebentar. Lalu, akhirnya berjalan seperti biasa. Sedikit sekali kesedihan yang aku alami saat aku belum ...